Deti-Detik Pesawat Hercules Milik TNI-AU Jatuh

Tuesday, 30 June 2015


Detik-detik Pesawat Hercules Jatuh di Pemukiman Warga Antara Foto
"Saya mendengar suara pesawat di atas rumah. Terus tiba-tiba mati lampu, televisi mati. Darr....."
Dream - Pesawat angkut TNI AU Hercules C-130 jatuh tidak lama setelah lepas landas dari Lanud Suwondo Medan, Selasa siang 30 Juni 2015. Pesawat yang mengangkut 101 penumpang dan 12 kru itu menghantam permukiman penduduk.

Wajibkah Makan Dulu Sebelum Shalat Idul Fitri??

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


1. Sunnah Makan Dulu Sebelum Shalat Idul Fithri

Memang benar bahwa disunnahkan untuk makan pagi atau sarapan terlebih dahulu sebelum melaksanakan shalat Idul Fithri. Ini berbeda dengan shalat Idul Adha dimana yang disunnahkan adalah puasa terlebih dahulu sebelum shalat Id.

Dasarnya adalah hadits berikut ini : 
 
عَنْ أَنَسٍ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ لاَ يَغْدُو يَوْمَ الْفِطْرِ حَتَّى يَأْكُلَ تَمَرَاتٍ

Dari Anas bin Malik radliyallahuanhu berkata, “Rasulullah tidak berangkat pada Idul Fithri hingga beliau memakan beberapa kurma. (HR. Bukhari)
Namun karena hukumnya bukan kewajiban, seandainya kita tidak sempat makan dulu sebelum shalat tentu tidak mengapa hukumnya.  Dalam hal ini Al-Imam Asy-Syafi'i (w. 150 H) menuliskan dalam kitab beliau Al-Umm :
ونحن نأمر من أتى المصلى أن يأكل ويشرب قبل أن يغدو إلى المصلى فإن لم يفعل أمرناه بذلك في طريقه أو المصلى إن أمكنه فإن لم يفعل ذلك فلا شيء عليه ويكره له أن لا يفعل

Keliru Mengira Sudah Maghrib,Lalu Makan.Batalkah Puasanya



Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Para ulama memang agak rinci ketika bicara tentang hal-hal yang membatalkan puasa. Mereka membedakan antara lupa dan keliru. Memang benar kalau seorang lupa sedang puasa, lalu dia makan dan minum, maka puasanya tetap sah dan tidak batal.

Sebaliknya, bila dia keliru dan menyangka sudah Maghrib padahal belum, lalu dia makan atau minum, maka puasanya dianggap batal oleh para ulama.

Kok bisa batal? Apa bedanya dengan yang di atas, bukankah lupa dan keliru sama dan sederajat?

Karena ketika makan dan minum sebelum Maghrib datang, sebenarnya Anda memang berniat membatalkannya, walaupuin hanya di dalam hati dan walaupun ternyata keliru. Tapi niat untuk membatalkannya sudah ada di hati.

Bolehkah Shalat Witir di Gabung jadi 3 Rakaat Sekaligus??

Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
 
Shalat witir umumnya dikerjakan dengan tiga rakaat, walaupun sebenarnya boleh dilakukan hanya dengan satu rakaat saja. Namun memang kurang lazim bila shalat witir dikerjakan hanya dengan satu rakaat saja.
Adapun witir dengan tiga rakaat memang ada banyak variasinya di kalangan para ulama. Setidaknya kita kenal ada tiga cara. Dan yang Anda saksikan itu memang salah satu tiga cara, tepatnya mazhab Al-Hanafiyah. Saudara-saudara kita di Asia Selatan seperti Pakistan dan India memang rata-rata bermazhab Al-Hanafiyah.

1. Cara Pertama

Shalat witir dikerjakan dua rakaat terlebih dahulu lalu disudahi dulu dengan salam, kemudian dikerjakan satu rakaat lagi, sehingga menjadi tiga rakaat dengan dua salam. Cara ini oleh para ulama sering disebut dengan istilah fashl (dipisahkan).
Cara ini adalah pendapat hampir semua mazhab kecuali mazhab Al-Hanafiyah. Bahkan mazhab Al-Malikiyah memakruhkan shalat witir kecuali dengan tata cara seperti ini, kecuali bila seseorang terpaksa karena dia menjadi makmum.

Puasa tapi tidak Shalat , Apa Hukumnya??

Adapun orang itu tidak mengerjakan ibadah wajib lainnya, misalnya shalat lima waktu, tentu tidak ada kaitannya dengan diterima atau tidaknya puasa yang dia lakukan. Pokoknya kalau meninggalkan shalat lima waktu, hukumnya dosa besar. Dan dia harus bersiap-siap nanti dibakar di dalam api neraka.

Namun yang penting untuk dicatat bahwa dosa besarnya karena tidak shalat lima waktu itu tidak membatalkan puasa yang dilakukannya. Sebab keduanya tidak saling menghalangi. Meninggalkan shalat tidak menghalangi sahnya puasa, sebagaimana tidak puasa juga tidak menghalangi sahnya shalat.

Kalau pun ada hubungannya, nanti di akhirat saat hitung-hitungan amal baik dan amal buruk. Ada dosa karena meninggalkan shalat dengan sengaja, tapi juga ada pahala karena mengerjakan puasa. Tinggal nanti dihitung, apakah dosanya lebih besar dari pahala yang dimilikinya, atau pahalanya lebih besar dari dosa yang dikerjakan.

Kalau masih ada sisa pahala setelah dipotong dengan dosa-dosa, tentu alhamdulillah. Tapi sebaliknya, kalau ternyata semua pahala habis untuk membayar dosa tapi ternyata dosanya tetap masih bejibun karena terlalu banyak, ya apa boleh buat, terpaksa harus mampir dulu untuk jadi penghuni neraka. Naudzu billah.

Kesimpulannya, meski puasanya sah, tapi kalau meninggalkan shalat tentu hukumnya berdosa besar. Dan hati-hati jangan sampai tekor pahala di hari akhirat nanti.
Demikian kajian tentang Puasa SEmoga ada manfaatnya.......
\
\
Copyright © 2010 - . | Blognya Bang ACHAN | Powered By : Blogger | Desain Template By : Nurhasan Blogger | All Rights Reserved.